fbpx

8 Cara Jitu Mengajarkan Anak Hidup Sederhana

Hidup sederhana merupakan sesuatu yang sangat penting bagi kita. Sederhana bukan berarti hidup serba kekurangan, tetapi menggunakan segala sesuatu sesuai dengan porsinya, tanpa berlebihan. Hal ini menyangkut banyak hal, mulai dari mengelola keuangan dengan baik, mempunyai rasa empati kepada orang lain yang hidup dalam kekurangan, serta bisa memilah mana yang termasuk kebutuhan dan mana yang termasuk keinginan saja.

Penting sekali untuk mengajarkan anak hidup sederhana sejak kecil sehingga nanti ketika dewasa mereka sudah terbiasa hidup sederhana. Apabila pembiasaan ini kita mulai sejak anak-anak, maka nanti akan mudah bagi anak untuk tetap hidup sederhana ketika mereka sudah beranjak dewasa.

Mengajarkan anak hidup sederhana bisa dimulai dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua tidak harus memberikan banyak kalimat nasihat, tetapi lebih utama adalah memberikan contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari.

Berikut ini beberapa hal yang bisa diajarkan kepada anak agar bisa hidup sederhana.

  1. Ajak anak terlibat dalam membersihkan rumah.
    Membersihkan rumah merupakan aktivitas rutin yang tentu harus kita lakukan. Jangan sampai anak hanya menjadi penonton dalam aktivitas ini. Libatkan mereka dalam proses membersihkan rumah sehingga mereka menjadi paham apa saja yang harus dibersihkan. Dalam proses tersebut, komunikasikan dengan anak mainan mana saja yang menurut mereka masih ingin dipakai dan mainan mana yang sudah tidak ingin mereka gunakan. Pilah juga beberapa barang anak misalnya pakaian yang masih layak dipakai anak dan pakaian yang sudah tidak muat untuk dipakai lagi. Setelah mainan dan pakaian tersebut dipisahkan, anak bisa diajak untuk untuk menyumbangkan mainan tersebut kepada anak lain yang lebih membutuhkan.
  1. Jaga rumah tetap lapang dengan hanya menyimpan barang yang dibutuhkan.
    Semakin hari bisa jadi semakin banyak barang yang tersimpan di rumah kita. Hal ini akan membuat rumah menjadi terasa sempit. Oleh karena itu, menjaga agar hanya ada sedikit barang di rumah akan membuat rumah menjadi terasa lebih lapang dan nyaman untuk beraktivitas anggota keluarga. Hal ini akan mengajarkan kepada anak untuk hanya menyimpan barang-barang yang dibutuhkan saja. Tidak menumpuk berbagai barang yang dibeli hanya karena keinginan sesaat.
  1. Memilih mainan yang tepat.
    Anak-anak mudah tergoda untuk membeli mainan. Semakin hari mainan pun bisa semakin banyak dan menumpuk di rumah. Hal ini harus dihindari karena akan membuat anak hidup boros dan suka memperturutkan keinginannya. Latihlah anak untuk benar-benar selektif dalam memilih mainan. Fokuslah pada mainan yang bisa menstimulasi tumbuh kembang anak. Biarkan anak berimajinasi dengan mainan-mainan tersebut, misalnya bola, balok-balok kayu, perlengkapan menggambar, buku, dan lain sebagainya. Mainan-mainan tersebut bisa digunakan berulang-ulang sesuai dengan imajinasi anak. Hal ini akan membuat mainan di rumah tidak akan terlalu banyak jumlahnya serta lebih efisien dalam biaya. Selain itu, imajinasi anak akan lebih berkembang dengan mainan-mainan yang bisa merangsang sifat kreatifnya.
  2. Jadilah orang tua yang sederhana.
    Anak senantiasa meniru orang tuanya. Apabila orang tua adalah sosok orang tua yang sederhana, maka anak akan meniru perilaku tersebut. Misalnya Anda bersama anak sedang berbelanja di supermarket. Pastikan anda hanya membeli barang-barang memang Anda butuhkan. Jangan sampai Anda memborong berbagai barang yang belum tentu dibutuhkan hanya karena sedang ada promo diskon.
  1. Diskusi dengan anak ketika sedang berbelanja.
    Mengajak anak berbelanja mempunyai banyak manfaat. Diantaranya adalah memberikan pemahaman kepada anak alasan kita membeli suatu barang dan alasan mengapa kita tidak membeli suatu barang. Misalnya ketika Anda sedang berada di toko bersama anak. Anda melihat bahwa di toko tersebut dipajang sebuah sepatu yang bagus. Anda mengatakan pada anak bahwa Anda sebenarnya menyukai sepatu tersebut, tetapi karena Anda sudah memiliki sepatu yang cukup di rumah, maka Anda memutuskan untuk tidak membelinya. Ini akan mengajarkan kepada anak untuk berbelanja dengan selektif.
  1. Tidak selalu memberi barang di hari spesial adalah salah satu upaya hidup sederhana.
    Dalam kehidupan seseorang tentu selalu ada hari-hari spesial. Misalnya hari ulang tahun, hari raya keagamaan, dan lain sebagainya. Sebagian orang tua membiasakan untuk membeli barang-barang tertentu untuk membahagiakan anaknya. Sebenarnya ini merupakan hal yang baik sebagai wujud perhatian orang tua kepada anak. Namun di sisi lain, bukan berarti kita harus terus-menerus memberikan barang atau hadiah berupa barang kepada anak. Karena yang penting adalah orang tua perlu menunjukkan perhatian kepada anak di hari spesial tersebut, bukan barangnya.
  1. Variasi hadiah tidak hanya dalam wujud barang.
    Orang tua tentu bahagia jika ingin memberikan hadiah kepada anak ketika anak menggapai suatu prestasi. Hadiah tersebut bisa jadi berupa barang yang belum tentu dibutuhkan anak. Sesungguhnya masih banyak alternatif hadiah lain yang bisa diberikan kepada anak. Misalnya dalam bentuk pujian. Selalu memberikan hadiah berupa barang juga dikhawatirkan akan membuat anak hanya akan melakukan suatu kebaikan hanya karena ada hadiahnya. Padahal harus ditanamkan bahwa kebaikan itu haruslah ikhlas.
  1. Melibatkan anak dalam aktivitas sedekah.
    Sedekah merupakan salah satu aktivitas mulia yang sering dilakukan oleh Nabi. Aktivitas ini juga merupakan salah satu cara untuk memahamkan anak bahwa tidak semua anak mempunyai keberuntungan sebagaimana dirinya. Tidak sedikit anak-anak di luar sana yang hidupnya dalam kekurangan. Ajaklah anak untuk terbiasa mengalokasikan uang saku mereka untuk sebagian disumbangkan kepada anak yang membutuhkan, mukanya anak-anak di asuhan yatim, korban bencana, fakir miskin, dan lain sebagainya.

Demikian 8 cara yang bisa Ayah Bunda lakukan untuk mengajarkan anak agar bisa tetap hidup sederhana. (www.smartladori.com)

Bagikan tulisan ini ke media sosial :

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published.

*

code

Scroll to Top
×

Assalamualaikum wr.wb.

Silakan klik nama petugas Online Support untuk chat via WhatsApp.

× Chat WA