fbpx

Cara Membuat Anak Patuh Pada Aturan Orang Tua

Pernahkah mengalami, Anda sudah memberi tahu anak Anda untuk tidak melakukan sesuatu, tapi anak justru melanggarnya? Mungkin sering ya Ayah Bunda. Nah, kali ini, kita akan membahas bagaimana tips tentang cara membuat anak patuh. Tips ini sangat mudah dilakukan dan bisa dipraktekan segera.

Jelas, aturan Anda misalnya tidak boleh membanting pintu, tidak mendapatkan perhatian yang layak, dan inilah saatnya untuk melakukan sesuatu, bukan mengomel. Ada beberapa cara untuk melakukan pendekatan dengan anak.

Harus Perhatikan Usia ANak

Orang tua harus memastikan aturan yang dibuat sesuai dengan usia. Sebagai contoh, jam malam yang sesuai untuk anak berusia 12 tahun tentu akan berbeda dengan anak remaja atau anak usia 8 tahun. Usia juga merupakan faktor dalam menjelaskan aturan. Jika anak Anda membanting pintu berulang kali, Anda mungkin perlu membuat permainan untuk melatih cara menutup pintu dengan benar.

Sedangkan untuk anak remaja, tentu pendekatan tentang cara membuat anak patuh berbeda dengan anak usia 7 tahun. Anda bisa langsung menyampaikan bahwa membanting pintu dapat menyebabkan kaca pecah. Jika pecah, ada konsekuensi yang harus diterima seperti mengurangi uang jajan untuk mengganti kaca jendela yang pecah.

Pilih Alasan Logis

Orang tua juga harus memastikan aturan yang diterapkan didasarkan pada sesuatu yang penting dan dibutuhkan. Dengan kata lain, jika Anda bertengkar dengan putra remaja Anda tentang merapikan tempat tidurnya setiap pagi, pertimbangkan untuk menilai kembali aturan itu. Cobalah buat alasan sebagaimana Anda menegakkan aturan tentang memakai perlengkapan keselamatan saat bermain sepeda, misalnya.

Aak-anak lebih mungkin untuk mematuhi aturan ketika orang tua dapat memberi tahu anak mengapa aturan itu penting. Contohnya seperti dengan mengatakan “Saya melarang kamu bermain sepeda di malam hari, karena pengendara mobil bisa saja tidak melihat dan kamu bisa tertabrak. Jika itu terjadi, tentu saya sangat sedih”

Pendekatan ini lebih efektif daripada mengatakan, “Kamu membuatku sangat marah ketika kamu mengendarai sepedamu setelah aku melarangmu.” Dengan mengubah kata-kata Anda menjadi pesan “Saya”, Anda mengajari anak Anda empati sambil mencontohkan cara yang sehat untuk mengekspresikan perasaan. Sementara itu, anak Anda cenderung tidak bersikap defensif, dan kata-kata Anda memiliki peluang yang lebih baik untuk meresap.

Jadilah Pendengar Aktif

Mendengarkan secara aktif dapat meningkatkan komunikasi dengan siapa saja, termasuk pada anak.  Dengan menjadi pendengar yang baik, artinya Anda memberi kesempatan pada mereka untuk berkeluh kesah dan memberi alasan.

Contohnya ketika anak menyebut temannya sebagai orang yang “brengsek”. Anda akan menyampaikan bahwa bukankah penggunaan kata kasar dilarang. Cobalah meminta alasan dia menggunakan kata itu. Mungkin Anda akan mendapati fakta bahwa anak Anda sangat kesal dengan temannya. Jika demikian, carilah solusi bersama.

Jangan Terlalu Kaku

Tentu saja, tidak semua anak sama. Ada anak yang berkemauan keras untuk menantang setiap aturan. Pahami bahwa apa yang berhasil untuk anak pertama mungkin tidak berhasil untuk anak kedua, ketiga atau keempat. Tidak ada satu metode disiplin yang cocok untuk semua anak. Jika Anda memiliki anak yang berkemauan keras, Anda harus mencari tahu apa yang membuatnya lebih patuh terhadap aturan.

Berhadapan dengan anak yang memiliki kemauan keras memang menjadi tantangan tersendiri. Jika ini masalahnya, kenali. Bicaralah dengan orang tua lain tentang metode dan strategi yang mereka gunakan. Dengan anak yang berkemauan keras, strategi terbaik seringkali merupakan konsekuensi alami.

Berbicara Empat Mata

Tidak semua anak mau berbicara di rumah atau saat ada orang lain. Beberapa di antaranya lebih suka berbicara ketika tidak ada orang lain atau hanya empat mata. Jika karakter anak Anda tipe seperti ini, maka lebih baik untuk mendiskusikan berbagai hal termasuk alasan kenapa dia tidak mematuhi aturan, dalam kondisi empat mata.

Berbicara empat mata ini bahkan bisa membangun bonding atau ikatan antara Anda dan anak. Anak yang memiliki sikap tertutup pun akan cenderung mau membuka percakapan di momen ini. Cobalah cara ini pada anak-anak Anda.

Demikian beberapa tips dan cara membuat anak patuh terhadap aturan yang Anda terapkan. Tetap pahami karakter masing-masing anak agar Anda tahu pendekatan terbaik kepada mereka. Silakan ikuti berbagai info dan tips selanjutnya. (www.smartladori.com)

Bagikan tulisan ini ke media sosial :

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published.

*

code

Scroll to Top
×

Assalamualaikum wr.wb.

Silakan klik nama petugas Online Support untuk chat via WhatsApp.

× Chat WA