fbpx

Keutamaan Berbaik Sangka

Berbaik sangka merupakan salah satu sikap positif yang hendaknya selalu kita bangun. Hal ini perlu kita upayakan sungguh-sungguh sehingga kita akan mempunyai hati yang bersih.

Allah SWT berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ
“Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.” (QS. Al-Hujurat: 12)

Rasulullah bersabda:

إِيَّاكُمْ وَالظَّنَّ فَإِنَّ الظَّنَّ أَكْذَبُ الْحَدِيثِ وَلاَ تَحَسَّسُوا وَلاَ تَجَسَّسُوا وَلاَ تَنَافَسُوا ولاَ تَحَاسَدُوا وَلاَ تَبَاغَضُوا وَلاَ تَدَابَرُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا

“Jauhilah prasangka buruk, karena prasangka buruk adalah sedusta-dustanya perkataan. Dan janganlah kalian saling mencari kejelekan orang lain, saling mendengki, saling membenci dan saling membelakangi. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim no. 6701)

Berprasangka baik ini ada tiga jenis :

1. Berbaik sangka kepada Allah.
Kita harus meyakini bahwa segala baik dan buruk itu dari Allah.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi ﷺ bersabda, Allah Ta’ala berfirman,
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِى بِى
“Aku sesuai dengan persangkaan hamba pada-Ku,” (Muttafaqun ‘alaih).

Dalam hadits yang lain Nabi SAW bersabda:
لا يَمُوتَنَّ أَحَدُكُمْ إلَّا وَهو يُحْسِنُ الظَّنَّ باللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ
“Jangan sampai kalian mati kecuali dalam keadaan husnuzzhan, kepada Allah SWT.” (HR Muslim).
Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berprasangka baik terhadap apapun yang menimpa kita. Baik hal tersebut dirasa menyenangkan atau menyedihkan. Selama kita menjadi manusia yang taat, maka yakinlah bahwa Allah akan memberikan kepada kita sesuatu yang terbaik untuk kita. Hanya saja terkadnag kita belum bisa memahaminya.

2. Berbaik sangka kepada diri sendiri.
Bukan tidak mungkin kita merasa under estimate terhadap diri kita sendiri. Merasa diri sebagai orang yang tidak mampu dan tidak berdaya. Namun perlu diingat bahwa sebenarnya Allah memberikan kepada kita berbagai macam potensi. Tugas kita selanjutnya adalah berusaha memanfaatkan potensi tersebut sebaik-baiknya. Jika ingin pandai, maka rajin belajar. Jika ingin punya penghasilan yang tinggi, maka rajin bekerja, dan seterusnya.

Kita berusaha (ikhtiar) sebaik-baiknya sesuai kaidah sebab dan akibat, di sisi lain kita juga bersikap berserah diri kepada Allah karena segala sesuatu hanya bisa terjadi hanya atas izin Allah.

3. Berbaik sangka kepada orang lain.
Nabi SAW senantiasa mencontohkan untuk berbaik sangka kepada orang lain yang memang dikenal sebagai orang yang baik.

عن أبي هُرَيْرةَ ، قالَ : بَعثَ النَّبيُّ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ عُمرَ بنَ الخطَّابِ على الصَّدقةِ فمَنعَ ابنُ جميلٍ ، وخالدُ بنُ الوليدِ ، والعبَّاسُ ، فقالَ رسولُ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ : ما يَنقِمُ ابنُ جميلٍ إلَّا أن كانَ فقيرًا ، فأغناهُ اللَّهُ ، وأمَّا خالدُ بنُ الوليدِ ، فإنَّكم تظلِمونَ خالدًا ، فقدِ احتَبسَ أدراعَهُ ، وأعتُدَهُ في سبيلِ اللَّهِ ، وأمَّا العبَّاسُ عمُّ رسولِ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ علَيهِ وسلَّمَ فَهيَ عليَّ وَمِثْلُها ،

Abu Hurairah RA meriwayatkan suatu ketika Rasulullah SAW mengutus Umar RA untuk menarik zakat. Namun, Ibnu Jamil, Khalid bin Walid, dan Abbas paman Rasulullah SAW tidak menyerahkan (zakat) sehingga beliau bersabda.

“Tidak ada sesuatu yang membuat Ibnu Jamil enggan untuk menyerahkan zakat kecuali karena dirinya fakir, kemudian Allah menjadikannya kaya. Adapun Khalid, sesungguhnya kalian berbuat zalim kepadanya (karena) ia menginfakkan baju besi dan peralatan perangnya di jalan Allah. Adapun Abbas, aku telah mengambil zakatnya dua tahun yang lalu.”

Apabila sikap untuk selalu berbaik sangka ini bisa menjadi kebiasaan setiap orang, tentu masyarakat akan menjadi lebih harmonis, rukun, dan bisa saling membantu antar sesama.

Namun perlu dicatat bahwa, sikap berbaik sangka bukan berarti tidak bersikap waspada. Sikap hati-hati dan waspada tetap penting, khususnya jika bertemu orang yang dikenal tidak berperilaku baik. Misalnya ada orang yang dari mulutnya tercium bau alkohol, maka sudah sepantasnya kita berhati-hati. Jangan sampai terjadi hal-hal buruk yang bisa menimpa kita. (www.smartladori.com)

Bagikan tulisan ini ke media sosial :

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top