fbpx

Menguatkan Karakter Anak dengan Moral Agama

Pembentukan karakter anak sejak dini merupakan sesuatu yang sangat penting. Hal ini agar terbentuk anak yang bermoral, taat agama, bermanfaat untuk masyarakat luas. Tentu saja hal ini membutuhkan pola pendidikan dan pola pengasuhan yang baik.

Bagaimana karakter anak yang baik? Karakter yang baik itu ada standardnya, dan tidak muncul tiba-tiba. Karakter yang baik adalah ketika anak menjadi manusia yang taat kepada Allah SWT. Manifestasinya, ia juga akan berbakti kepada kedua orang tua, berbuat baik kepada sesama manusia, juga menyanyagi binatang, tumbuh-tumbuhan, dan alam semesta ini.

Karakter yang baik ibarat buah dari suatu tanaman. Suatu tanaman agar buahnya baik, maka harus dimulai dari benih yang baik, kemudian dirawat dengan baik, dijauhkan dari hama dan gulma. Benih yang baik dalam penanaman karakter adalah keiman yang benar. Oleh karena itu, mengajarkan keimanan kepada anak sejak usia dini adalah inti dari pembentukan karakter yang baik.

Konsep karakter yang religius memuat dua hal utama, yaitu pola pikir (aqliyah) dan pola jiwa (nafsiyah). Dalam membentuk pola pikir yang religius, maka agama menjadi pemimpin dalam berpikir dan menentukan baik dan buruknya sesuatu. Sementara dalam pembentukan pola jiwa, maka anak diarahkan bahwa rasa cinta dan benci itu harus disandarkan kepada agama, bukan sekedar rasa suka dan tidak suka. Pada akhirnya, dalam diri anak akan tertanam rasa kedekatan kepada Allah.

Berbagai masalah yang muncul di kalangan generasi muda saat ini, misalnya pergaulan bebas, peredaran narkoba, sifat curang, bahkan perilaku korupsi di kalangan orang dewasa, itu muncul karena kurangnya rasa kedekatan kepada Allah. Agama hanya menjadi hafalan bagi sebagian orang, tidak merasuk ke dalam pemikiran dan perasaannya. Akibatnya, orang beragama dan tidak beragama seolah tidak ada perbedaannya, yaitu sama-sama berperilaku yang buruk. Oleh karena itu, komitmen untuk menjadikan agama sebagai pedoman hidup perlu ditekankan.

Allah SWT berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. (QS Al Baqarah ayat 208)

Semoga kita semua bisa benar-benar serius dalam mendidik anak sejak usia dini dengan penanaman karakter yang berdasarkan prinsip keimanan. (www.smartladori.com)

Bagikan tulisan ini ke media sosial :

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published.

*

code

Scroll to Top