fbpx

Menjadi Orang Tua yang Bersahabat dengan Anak

Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan sahabat. Begitu juga anak kita. Sebagai manusia, anak kita membutuhkan sahabat untuk bermain bersama, bercerita, dan berbagi rasa. Posisi sebagai sahabat busa membuat anak merasa lebih nyaman dan terbuka karena posisinya sejajar. Oleh karena itu, adanya sahabat penting bagi anak karena akan membuat mereka lebih senang dam bisa belajar banyak hal.

Memposisikan sebagai sahabat merupakan salah satu model pengasuhan yang bisa dilakukan oleh orang tua. Memang anak tetap butuh orang tua sebagai sosok yang menjadi panutan, tetapi dalam waktu-waktu tertentu, anak juga butuh sahabat yang bisa menjadi mitra dalam dunianya sehingga anak merasa lebih nyaman.

Apabila sedang memposisikan sebagai sahabat, orang tua harus bisa menjadi teman yang menyenangkan bagi anak. Harus bisa menjadi tempat curhat, berbagi rasa, membantu menyelesaikan masalah, atau berbagi pengalaman.

Mengapa orang tua harus bisa berperan sebagai sahabat anak? Hal ini penting karena anak kita tidak selalu bisa beruntung mendapatkan sahabat usia sebaya yang baik. Pergaulan di lingkungan sekolah atau lingkungan tempat tinggal, tidak selalu membuat anak menemukan sahabat sejati yang bisa membantu anak lurus jalan hidupnya. Tidak jarang justru ada teman anak yang sifatnya toxic sehingga justru merusak anak kita. Oleh karena itu, orang tua harus bisa berperan sebagai sahabat anak dikala diperlukan. Sudah sewajarnya anak akan pertama kali curhat kepada orang tuanya ketika ia menemui masalah. Dengan demikian, menjadi sahabat anak harus dimulai sejak dini agar hubungan psikologis orang tua dengan anak juga semakin dekat.


Tips Praktis Menjadi Sahabat bagi Anak.

Pertama, berusahalah untuk  terlibat dalam kegiatan anak. Sebagai sahabat yang baik, orang tua harus bisa memahami dunia anaknya. Ketahui kebiasaan-kebiasaan anak dalam kesehariannya. Ketahui apa yang anak sukai dan tidak sukai.

Kedua, dengarkan anak. Sahabat adalah orang yang mau menjadi pendengar yang baik berbagai curahan hati sahabatnya. Hal ini akan membuat anak merasa dicintai dan dihargai. Jangan lupa, tidak hanya mendengar saja, tetapi juga perlu memberikan apresiasi. Misalnya bertanyalah ebberapa hal terkait apa yang diceritakan anak. Tentu tanpa harus membuat privasi anak terganggu. Jangan sampai terjadi hanya ada pola komunikas satu arah, yaitu dari orang tua saja, tanpa memberikan kesempatan anak untuk berbicara menyampaikan perasaan dan isi pikirannya.

Ketiga, berikan apresiasi terkait keberhasilan anak. Hal ini penting agar anak merasa dihargai dan mendapatkan motivasi. Apresiasi tidak harus selalu berupa hadiah fisik. Berikanlah penghargaan berupa pujian, ciuman, atau pelukan. Hal ini bisa membuat anak juga bisa menghargai dirinya sendiri, serta akan berusaha menjadi orang yang baik untuk membahagiakan orang tuanya.

Keempat, teguran seperlunya apabila anak ada kesalahan. Sebagai manusia, wajar jika anak ada kesalahan. Berikan teguran seperlunya saja sesuai kadar kesalahan anak. Jangan sampai ada ekpresi marah yang berlebihan yang justru akan membuat anak merasa tertekan. Perasaan sering tertekan justru akan membuat dampak negatif terhadap perkembangan kepribadian anak.

Kelima, jadilah sahabat yang menyenangkan. Anak akan merasa nyaman apabila orang tuanya menjadi sahabat yang menyenangkan. Hal ini juga akan membuat nasihat-nasihat orang tua lebih mudah diterima anak. Bahkan dengan kondisi ini, anak akan lebih terbuka apabila melakukan kesalahan dengan bercerita kepada orang tuanya. Tidak perlu menunggu orang tua menemukan kesalahan anak kemudian menginterograsinya.

Keenam, percayalah kepada anak. Penghargaan dan kepercayaan merupakan faktor yang penting di dalam persahabatan. Oleh karena itu, cobalah untuk memberkan kesempatan kepada anak mencoba sendiri hal-hal yang ingin ia lakukan. Cara ini akan membuat anak tumbuh rasa percaya dirinya, bisa bersikap mandiri, dan tidak selalu bergantung kepada orang tuanya.

Ketujuh, tunjukkan rasa sayang kita kepada anak. Dalam kondisi apapun si anak, walau ada kesalahan atau melakukan perbuatan yang kita tidak sukai, orang tua harus menunjukkan atau mengatakan bahwa ia mencintai anaknya. Segala teguran dan nasihat diberikan adalah karena orang tua sangat mencintai anaknya.

Kedelapan, jangan selalu bersikap superior. Kita sebagai orang tua juga merupakan manusia biasa. Ada kalanya kita juga berbuat salah. Di sini kita tidak perlu merasa jaim dan egois. Akui saja apabila dalam hal tertentu kita berbuat salah, sementara anak yang benar. Atau bisa jadi dalam hal tertentu, anak ilmunya lebih tinggi daripada orang tuanya. Jangan malu untuk belajar kepada anak. Sudah sepantasnya sebagai sahabat kita salin mengisi dan menasihati.

Demikian beberapa tips untuk bersahabat dengan anak. Semoga bermanfaat. (www.smartladori.com)

 

 

Bagikan tulisan ini ke media sosial :

Komentar

Leave a Comment

Your email address will not be published.

*

code

Scroll to Top